Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/d234tu985eij3r4t/public_html/config/koneksi.php on line 8
ANEKA JAYA SCAFFOLDING SURABAYA, produk-scaffolding, tips--trik, promo, berita, PROFIL ANEKA JAYA SCAFFOLDING,

Tips Menggunakan Scaffolding

Scaffolding adalah alat yang umum digunakan untuk membantu pekerja dalam menyusun suatu bangunan , baik berfungsi sebagai penahan maupun akses terhadap area tertentu saat membangun. Jika anda sering menggunakan scaffolding ada baiknya simak tips tips agar aman menggunakan scaffolding , karena faktor keselamatan kerja adalah faktor yang sangat penting untuk diperhatikan.

Syarat Penggunaan  Scaffolding yang aman :
-Material untuk perancah harus kuat dan bersih dari bahan bahan yang licin seperti grease, oli.
-Rangka, lantai kerja, tangga naik, lantai dasar scaffolding, harus bersih dari minyak, gemuk, lumpur dan bahan-bahan lain yang dapat membahayakan penggunanya
-Perancah yang kondisinya tidak sempurna seperti bengkok atau doyong atau karatan sebaiknya tidak digunakan.
-Untuk perancah dari jenis yang dapat dipindahkan (mobile scaffolds) yang mempunyai roda kecil pada empat sudutnya sebelum digunakan harus dicek bahwa keempat rodanya betul-betul terkunci.
-Jangan menggabungkan bagian-bagian dari scaffolding dari produsen yang berbeda.
-Untuk bekerja di ketinggian lebih dari 10 meter, perancah yang digunakan harus dalam kondisi yang sangat baik. Hal ini penting khususnya untuk konstruksi utama seperti pembangunan tangki dan lain-lain.
-Scaffolding harus  diletakkan pada pondasi yang kuat dan rata. Tanah atau pondasinya harus mampu menahan berat scaffolding dan berbagai baban yang   akan diletakkan diatasnya. Hati-hati terhadap rongga-rongga kosong seperti ruang bawah tanah atau timbunan tanah lembek, yang mengakibatkan anjungan dapat roboh bila memperoleh beban. Berikan pendukung tambahan bila diperlukan.
-Papan-papan di scaffolding  didukung penuh dan tidak menggantung.
-Papan (planks) harus menutup minimal 3/4 bagian dari luas lantai kerja, dan terkait kuat pada struktur perancah. Papan harus kuat dengan ketebalan minimal 1 inchi. Menggunakan papan yang rapuh dan retak tidak dibenarkan
-Scaffolding  harus mampu menahan beban yang akan diletakkan diatasnya. Scaffolding biasanya tidak dirancang untuk memikul beban berat diatas anjungan kerjanya.
-Scaffolding  dirancang, dibangun, diubah dan dibongkar oleh petugas yang ahli dan juga dipimpin oleh supervisor yang ahli.
-Scaffolding  dipelihara sesuai dengan petunjuk dari produsennya dan standar industri.
-Bagian-bagian dari scaffolding  yang rusak atau lemah harus segera diperbaiki atau diganti.
-Jangan menggunakan kotak, drum, batu bata, atau balok beton untuk mengganjal atau mendukung scaffolding
-Scaffolding  meletakkannya harus datar ditahan atau diikat pada suatu struktur permanen atau lainnya yang stabil. Rangka ini akan stabil bila    ditahan  dan ditegakkan dengan baik. Letakkan penghubung rangka pada tempatnya saat scaffolding  ditegakkan.
-Lebar scaffolding , lantai kerja, harus cukup untuk bekerja dan meletakkan bahan-bahan. Lebarnya jangan kurang dari 46 cm